Membentuk Konsep Diri

12 Jul

Sebagai seorang pemuda khususnya pemuda muslim atau aktivis muslim memang dituntut untuk multi telenta, namun juga tetap seimbang antara dunia dakwah dengan dunia pribadinya. Mengapa tuntutan itu begitu deras menggencar dikarenakan laju dakwah itu sendiri sangatlah cepat dan dinamis maka dari itu untuk mengimbanginya jelaslah bahwa “pengembangan diri” adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk setiap aktivis dakwah.

Beban amanah dan kesiapan aktivis Islam

Memang tidak dipungkiri bahwasanya jumlah aktivis Islam semakin hari semakin bertambah banyak. Tapi yang menjadi catatan penting di sini adalah bahwa beban dakwah ini belumlah seimbang dengan jumlah para pemikul bebannya –para aktivis Islam. Bahkan waktu pun seakan tidak cukup untuk dipergunakan secara sempurna untuk dakwah ini. Dakwah yang mungkin usianya jauh melebihi usia manusia itu sendiri. Karena itu dibutuhkan kemampuan terbaik manusia untuk mengemban dakwah ini. Kemampuan itu, yaitu kemampuan yang seyogyanya dimiliki setiap manusia dengan spesifikasinya masing-masing. Kemudian kita akan berfikir bagaimana setelah kemampuan terbaik itu bisa terlatih dan ternyata tidak mempengaruhi beban dakwah yang tidak seimbang ini. Seakan apa yang kita lakukan tidak mempengaruhi sedikitpun beban dakwah ini.

Jika memang yang terjadi adalah bahwa pekerjaan dakwah ini jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya, maka logika sederhana kita dituntut untuk mengerjakan amalan dengan kriteria dua hal. Yang pertama adalah apa yang kita lakukan haruslah berdampak pada kelangsungan dakwah ini. Janganlah mengerjakan sesuatu yang justru menghambat kelangsungan dakwah. Kedua, adalah pekerjaan dakwah yang mana didalamnya terdapat amalan yang terbaik diantara amalan-amalan baik yang lain. Kita harus bisa mengoptimalkan waktu yang kita punya se-efektif dan se-efisien mungkin dalam beramal.

Membangun konsep diri cara Islam

Dalam diri setiap manusia rupanya terdapat dua buah kekuatan yaitu quwwatul khair yang merupakan kekuatan kebaikan, sering disebut sisi positif maupun tindakan positif diri kita. Sedangkan quwwatul syar, merupakan kebalikan dari quwwatul khair yaitu, kekuatan kejahatan dalam diri manusia.

Yang dimaksud manajemen diri dalam pandangan Islam adalah bagaimana memaksimalkan quwwatul khair dalam diri kita dan mematikan quwwatul syar atau minimal menguranginya sekecil mungkin.

Untuk membangun konsep diri yang kuat nan kokok tidak bisa serta merta dibuat dengan instan, namun merupakan suatu proses yang berat dan lama dimana semua proses berat dan lama itu akan terasa ringan dengan keistiqomahan atau dalam bahasa lain melalui kebiasaan-kebiasaan yang mampu membawa manusia membangu konsep diri yang benar.

Pertama, kebiasaan i’tikaf. I’tikaf membantu kita membuat pemahaman diri yang sangat mendalam. Dengan pemahaman diri yangmendalam maka akan diperoleh ketenangan, dan ketenangan itu adalah pintu keterarahan. Ketika kita sudah memiliki keterarahan makan bisa dipastikan tindakan kita, emosi kita dan sekecil apapun hal yang kita lakukan berada dalam kontrol kesadaran kita.

Kedua, kebiasaan berfikir. Jelas kebiasaan ini erat hubungannya dengan penambahan kapasitas bagi manusia. Telah banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an tentang hal ini. Kita bahkan bisa melakukan kebiasaan ini dimana saja dan kapan saja.

Ketiga, keterampilan berbicara. Dalam hal ini jangan diartikan kebiasaan banyak bicara-meskipun lihai dan indah-karena berbicara itu bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi bisa membawa kebaikan tapi bila kita salah mengarahkan pisau itu maka kitalah yang akan kena. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allha dan hari akhir,hendaknya ia mengatakan yang baik atau diam.”

Kebiasaan yang keempat adalah kebiasaan untuk serius. Q.S Al Hadiid : 16 merupakan ayat teguran kepada orang Islam yang masih sering bercanda dalam berdakwah. Karena dakwah Islam ini adalah dakwah serius, yang harus kita lakukan adalah memadukan segala daya dan kekuatan dan mengkonsentrasikannya dalam sebuah tujuan atau sasaran yang ingin dicapai.

Kelima, pertaubatan berkala yaitu semacam muhasabah tetapi secara berkala. Sekaligus muhasabah ini bisa dijadikan koreksi pada diri kita selama ini. Ali bin Abi Thalib menganjurkan supaya setiap pekan kita menulis kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan dan keburukan-keburukan yang juga telah kita lakukan supaya kita dapat membuat komparasi keduanya dan kemudian memperbaharui taubat.

Kelima kebiasaan itu merupakan salah satu dari banyaknya istrumen dalam rangka membangun konsep diri seorang muslim.

Diadopsi dari sebuah buku : Menuju Cahaya: Recik-recik Tarbiyah dan Dakwah M. Anis Matta

About these ads

9 Tanggapan to “Membentuk Konsep Diri”

  1. ANDY SUBANDONO 12 Juli 2010 at 11:06 PM #

    Akhlak, moral, budi pekerti, dan tingkah laku adalah perhiasan yang melekat pada diri manusia. untuk itu teruslah menulis dan berkarya teman… semoga yang Anda berikan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

  2. laskardp 13 Juli 2010 at 9:04 PM #

    hehehe kunjungan balik Om…. salam kenal

  3. pakwow 13 Juli 2010 at 9:13 PM #

    “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,hendaknya ia mengatakan yang baik atau diam.”

    dan a memilih diam…
    ^_^v

    • akhanggit 13 Juli 2010 at 9:27 PM #

      kenapa bang….??

      • pakwow 24 Juli 2010 at 5:36 PM #

        lg ilfil…

      • akhanggit 24 Juli 2010 at 7:38 PM #

        il feel kenapa bang…??

  4. zulfica 13 Juli 2010 at 9:41 PM #

    hmmmm nice….

  5. Arti 18 Juli 2010 at 7:59 AM #

    Artikelnya bagus, untuk bekal “operator lapangan” seperti saya.
    Kunjungan perdana..
    Salam ukhuwah…

    • akhanggit 19 Juli 2010 at 6:14 PM #

      syukron kunjungnnya salam kenal ukhti …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: