Terimakasih…

15 Nov

memang memilih bersabar itu lebih berat. aku mengerti, disinipun aku sudah tak sabar pula untuk segera ke tempatmu. tapi aku percaya dan tetap percaya, engkau menungguku.

percayalah, buah yang matang di waktu yang tepat jauh lebih lezat. dan percayalah, waktu itu tak lama lagi.

sebuah lirik ungkapan hati, yang menjadi ungkapan kerinduan,

ayah, ibu, sebentar lagi aku akan pulang…

Memaknai Kembali Arti Re-generasi

18 Okt

Picture4Entah apa yang saya rasakan namanya, amat sangat sulit dinamai, ketika melihat posting di group whatsapp “ikhwah UM” bahwa besok akan ada MUSKOM KAMMI Komisariat Universitas Negeri Malang. Segera terputar bak sebuah kaset DVD sebuah film perjalanan selama di KAMMI terputar kembali. Wajah-wajah yang dulu bersama, wajah-wajah yang dahulu berbeda pendapat, wajah-wajah malam diwarung kopi, wajah-wajah duka, tawa, canda, semua seakan terputar dengan begitu cepat, bercampur pula rasa ingin kembali merasakan masa itu. Apapun namanya, mungkin jika ingin di singkat namanya hanyalah satu kata, “cinta”. Tak ada apapun di dunia ini yang paling banyak menghabiskan kosa kata, paling banyak menghabiskan perasaan dan ungkapan kecuali cinta. Ya, mungkin saya memang orang yang jatuh cinta dengan KAMMI sejak pertama bertemu, hingga sekarang.

KAMMI adalah suatu organisasi mahasiswa yang membawa ideologi Islam dengan sangat khas dan kuat. Sekalipun memiliki rujukan yang hampir sama, atau bahkan sama dengan organisasi-organisasi lain, tetap saja, KAMMI adalah organisasi yang memiliki cita rasa paling sedap, berbeda lain daripada yang lain. Memiliki keseimbangan antara nalar pikir dan nalar wahyu, memiliki keseimbangan antara idealita dan realita, serta memiliki keseimbangan antara ketaatan dan perlawanan.

Islam yang menjadi ideologi KAMMI merupakan agama yang memiliki situs relatif paling sedikit dibandingkan dengan agama maupun kepercayaan lain. Jika memang demikian lalu apa hal yang menjadi sangat berharga untuk umat Islam? Lalu apa warisan agung yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa shohbihi wasallama ini? Jawabannya adalah Baca lebih lanjut

Mengawali Karir Penulis Karya Ilmiah

13 Okt

Jika para guru-guru saya sudah bergelut dengan jurnal internasional… ah kiranya tidak masalah jika mencicil dari bawah dari yang sederhana menuju sempurna…. Alhamdulillah berikut karya-karya yang sudah bisa di share… Lanjutkan Penelitian, semangat berkarya Allahuakbar !!!

 

2013 Uji Efisiensi Pompa Hidram dengan Variasi Volume

2014 Pembuatan Simulasi Fisika Gerak Partikel

2014 Simulasi Asas Torricelli Menggunakan Visual Basic for Application

2014 Simulasi Hukum II Newton pada Bidang Miring dengan Menggunakan

Jika ingin berdiskusi bisa langsung menghubungi penulis dapat pula melalui blog ini.

Tentang Visi yang akan ku raih (persembahan untuk cinta yang selalu terkenang dan tersayang)

27 Mei

Visi merupkan sebuah keinginan untuk mencapai sesuatu yang benar-benar menggelora. Tidak cukup hanya sebatas angan bahkan membuat raga bergetar mendengarnya terhujam sangat-sangat dalam dalam sanubarinya. Pembuat visi adalah orang yang benar-benar berdiri dan menjulurkan tangannya hingga otot-otot tangannya hampir putus karena tarikan yang begitu kuat untuk meraih visi tersebut. Mereka tidak buta akan apa yang akan dicapainya, mereka mampu menerawang dengan jelas apa yang akan diraih melalui genggaman tangannya. Maka buka mata, sehingga engkau benar-benar melihat dengan jelas apa visi-mu. Dengan sarana mimpi, khayalan, atau imajinasi.
Baca lebih lanjut

Multiple Intelligence

26 Nov

Salah satu unsur penting dalam kemajuan siswa adalah guru yang benar-benar peduli terhadap anak didiknya dan terampil menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga anak didiknya senang belajar.

Salah satu hal yang terpenting bagi seorang guru ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah bagaimana seorang guru mampu menyampaikan informasi dengan baik yang kemudian disebut sebagai gaya mengajar begitu juga bagi siswa, harus dapat menerima informasi yang disampaikan oleh gurunya secara baik pula yang kemudian disebut sebagai gaya belajar. Menurut Chatib (2009:100) Pada dasarnya gaya mengajar adalah strategi transfer informasi yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Sedangkan gaya belajar adalah bagaimana sebuah informasi dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Baca lebih lanjut

Lemah, karena Romantisme di masa lalu

18 Mar

Manusia pada hakikatnya makhluk yang dinamis, penuh dengan ide-ide baru, keberanian dan pantang untuk tidak mencoba apa yang baru saja diketahui. Perhatikan saja ketika seorang anak belajar menaiki sepeda. Saya rasa tidak perlu saya jelaskan panjang lebar mengenai hal itu.

Ibarat botol yang masih kosong dan dituangi cairan, maka kualitas cairan itulah yang menentukan kualitas botol itu, pikiran kita pun demikian, apa yang masuk dan terpatri menjadi sebuah konsep kerangka bagaimana kita memandang sesuatu. Maka setelah itu, kita akan menggunakan segala macam isi dalam botol pikiran kita dalam memandang sesuatu. mungkin jika botol itu diisi dengan air bersih, segala apa yang kita pandang di balik botol itu masih terlihat jelas. Lalu, bagaimana ketika isi botol itu keruh?.

Romantisme masa lalu membuat nyaman di zona tertentu. Kadangkala muncul dipikiran seseorang untuk mengulang keberhasilan di masa lalu sekalipun mungkin keberhasilan itu saat ini sudah tidak relevan. Minimal peluang kegagalan tidak sebesar itu. Manusia lebih nyaman tidak gagal, daripada meraih keberhasilan lebih besar.

Dakwah dengan segala bentuk definisinya maka dapat disimpulkan ada beberapa yang pakem dan ada beberapa yang memang memberikan ruang untuk dinamisasi. Ketika dibenturkan dengan realita ternyata memang suatu keharusan bahwasanya dakwah butuh sebuah dinamisasi fleksibel untuk menyesuaikan kelenturan-kelenturan jalan dakwah ini.

Definisi kreatif. Amat mudah sebenarnya mengenali lebih dekat dengan makhluk yang bernama kreatif ini. cukup bisa dikenal dengan bagaimana produk pikiran itu dihasilkan. Kembali lagi, apakah romantisme masa lalu itu masih berpengaruh terhadap produk pikiran itu?

Berfikir keluar dari sebuah kotak. Kotak-kotak informasi yang berada dalam pikiran kita sesungguhnya sudah terprogram secara rinci yang mungkin sampai saat ini belum ada yang sanggup mengungkap keterperincian itu. Dominasi kotak-kotak sebagai eksekutif pikiran inilah yang sebenarnya menghambat ide, gagasan baru bermunculan.

sebagaimana hukum alam dalam kenyamanan memang tidak memiliki terlalu banyak resiko. Namun, gradien garis yang menunjukkan hasil produk itu dapat dijamin sangat kecil dan mungkin jalan di tempat. Karena itu semua bisa menjadi sebuah perangkap siklus yang dampak berkelanjutan

menerima gagasan baru dan tanggalkan keegoisannmu. Di sini sudah jelas, tidak cukup hanya menjadi pengusul gagasan yang jitu, akan tetapi juga seorang pendengar yang bijak. Kolaboratif, bukan kompetitif.

menuju puncak. Puncak adalah permasalahan kecil ketika eksekusi dilapangan, dan menjadi permasalahan besar ketika dalam tahap persiapan. Ide dan gagasan itu haruslah menjadi sebuah pikiran yang workable, dengan tahapan-tahapan jelas, dan bisa dibuat. Intinya bagaimana memvisualisasikan Mind Project kedalam pikiran, tidakan dan tingkah laku.

Puncak bukanlah sebuah romantisme yang membuat segalanya berhenti begitu saja

Ketika aktivis dibenturkan dengan konsistensi

20 Nov

“Segalanya memang diawali dari sebuah wacana, yang berlanjut kepada cita-cita yang tertuang dalam sebuah visi dengan di bingkai misi, maka jadilah realita ”.

Itu mungkin menjadi slogan setiap pemandu diskusi atau mungkin juga bisa dikatakan setiap panitia even-even diskusi. Sebuah dilematikan dan ketakutan mendalam bagi setiap orang normal yang bertugas sebagai orang-orang tersebut.

Entah kenapa ide menulis ini muncul, ketika teringat memandu diskusi pada sebuah acara outbond. Outbond yang diawali dengan studi kasus di sebuah desa di kota Batu. Diskusi memang sangat sengit antara dua kelompok “belum” dan “van tit…”. Diskusi yang mencoba memberikan sebuah solusi bagi permasalahan masyarakat di desa terkait.
Bagi seorang mahasiswa diskusi seperti itu tergolong diskusi yang lumayan berat, karena tidak semuat mahasiswa bahkan mahasiswa baru (MABA) dapat menangkap apa yang dibicarakan. Diawali dengan pemaparan kasus dari masing-masing kelompok, dilanjutkan dengan pengerucutan masalah dan pencetusan sebuah konsep solusi yang tidak hanya dituntut integral dan komprehensif tapi juga dapat terealisasi dengan jelas.
Mereka dituntut ilmiah baik dari segi operasional maupun konseptual. Dan sungguh luar biasa itulah mahasiswa dengan idealismenya, idenya, dan pemikirannya yang masih segar dan penuh semangat.
Dari situlah justru tulisan ini muncul. Terkait, apa benar cara seperti ini efektif dalam menyelesaikan permasalahan? Pernah berdiskusi dengan seseorang yang mengatakan manusia itu jangan hanya banyak bicara, terlalu banyak konsep tapi tidak ada action yang jelas.
Jika dicoba berargumen dengan fakta, maka justru faktalah yang ternyata membuktikan betapa banyaknya para aktivis yang ketika menjadi mahasiswa begitu tingginya sikap idealis tapi ternyata setelah para aktivis itu berada dalam atau masuk dalam sistem justru mereka yang sekarang menjadi bulan-bulanan aktivis sekarang. Hal ini seakan menjadi sebuah “rutinitas” dalam pergolakan para orang-orang idealis.
Entah itu idealis dalam kungkungan konservatif atau idelis dinamis semua membuktikan bahwa sedikit sekali konsistensi di dalamnya.
Wallahua’lam