Prospeksi Dakwah di Desa(q)

27 Jun

Prospeksi apa itu ya…mungkin kata yang asing, memang itu adalah karanganku sendiri, tapi aku mengartikannya kira-kira suatu proses menuju futuhnya dakwah.

Ya, dakwah di desaku ternyata sangat menantang, aku mau cerita tentang kondisinya dulu ya…

Masyarakat di desaku sangatlah kental dengan aliran (enaknya bukan aliran ya, organisasi aja deh) tertentu yang amat menjunjung tinggi persaudaraan. Saya pikir itu bagus, baik dari konsep maupun pemahamannya. Namun, ternyata kondisi di lapangan sebaliknya, nilai-nilai Islam kurang bisa diterapkan secara maksimal (fakta yang saya lihat), maksudnya dalam penerapannya kadang mereka tidak mengindahkan syariat yang mereka yakini sendiri (Ex : anaknya masih boleh pacaran, sholat jamaahnya agak diremehkan and etc lah….). Bahkan kadang hal berbau khurofat masih dipercaya.

Masyarakatnya juga mempunyai rasa fanatik yang tinggi dengan tipikal simbolisnya, terbukti jika ada sedikit (satu atau dua orang yang berbeda cara dalam ibadah) akan di cap dan  dimusuhi bahkan terakhir ada yang dilarang mengadakan kajian. Tapi apa bila dengan sesama dan dianggap mereka orang-orang satu fikrah maka akan diikuti dengan senang hati meskipun itu kadang kurang sesuai dengan syariat.

Dari situ aku dapat mengambil hibrah (InsyaAllah) bagaimana prospeksi dakwahnya….

Nah akhirnya setelah sekian lama saya bisa melanjutkan tulisan ini.

Lanjutan…

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kelemahan utama sesuatu itu tidak jauh dari kekuatan terhebatnya. Blak-blakan saja ya….di desaku itu orang-orangnya sangat fanatik dengan organisasinya yang sekarang. Mereka seakan tidak mau mengikuti sedikitpun pola pikir organisasi yang lain. Syarat mutlak bagi mereka yang akan diikuti pemikirannya adalah, dia adalah seorang da’i yang alumni pondok pesantren dan mempunyai guru seorang kiyai. Berpakaian layaknya kiyai.

Saya tidak pernah mengatakan bahwa ajaran para da’i maupun kiyai di desa ini salah. Sama sekali tidak, apa yang mereka pelajari semua Insya Allah sesuai dengan syariat Islam. Hanya saja entah kenapa para da’i ini tidak mengaplikasikan Ilmunya yang mereka dapat di pesantren secara total.

Saya mengatakan seperti ini bukan tanpa dasar, karena sejak kecil saya dididik mengaji oleh mereka, dan apa yang mereka ajarkan sangatlah bagus.

Lalu kalau kembali ke pembahasan di awal tadi apa hubungannya? Hubungannya adalah syarat mutlak seorang da’i yang bisa membawa desa ini menuju desa yang Islami secara Kaaffah adalah yang saya sebutkan tadi, atau sederhananya adalah menggunakan simbol (pakaian, cara dakwah, kitab-kitab) yang disukai mereka atau yang mereka memberikan legitimasi terhadapnya. Dengan begitu ketika orang itu sudah diterima, maka setelah itu tinggal mengembalikan cara dakwah kepada masyarakat yang pragmatis (kebanyakan masyarakat pedesaan) yang tipikal utama mereka adalah materi minded. Ya, logika mereka adalah logika manfaat, maka dari itu para da’i harus siap merogoh sakunya untuk dakwah, bukan memasukkan sesuatu karena dakwah….

Nah itulah saya pikir dua tahap bagaimana membuat desa yang awalnya tidak punya prospek sama sekali dalam dakwah, menjadi sebuah desa yang sangat potensial. Mungkin inilah makna kata Prospeksi yang saya ciptakan sendiri ini.

Trimakasih sudah membaca uraian tulisan yang aneh ini, ini hanyalah pemikiran seorang pemuda, pemuda yang memang sedang mencari jati diri, jadi sangat memohon kepada para pembaca untuk tidak serta merta menelan isi tulisan ini. Dan jika ada kesalahan atau mungkin berbahaya, saran dan kritik dari para pembaca sangat diharapkan.

2 Tanggapan to “Prospeksi Dakwah di Desa(q)”

  1. qurrotu 8 Juli 2010 pada 3:35 PM #

    prospeksi???
    istilah baru dan asing di telingaku

    definisinya??

    • akhanggit 9 Juli 2010 pada 8:26 AM #

      sudah ane update artikelnya silakan baca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: