Pak Motip dan Pak Hope

6 Jul

Alkisah ada dua orang yang sakit parah bernama pak Motip dan pak Hope. Mereka dirawat dirumah sakit yang sama. Satu kamar dan satu ruangan. Mereka hanya dipisahkan satu lembar kain berwarna hijau. Korden itupun lebih sering terbuka daripada tertutup. Suatu hari Pak Motip sedang duduk di dekat jendela, dan sedang ngobrol dengan pak Hope.

Pak Motip : “Wah pak hope hari ini kita bersyukur sekali ya, pemandangan di sore ini indah sekali, ada anak sedang bermain layangan pak Hope!.”

Pak Hope : “ wah enak ya pak motip bisa duduk di atas jendela, sedang saya hanya bisa membayangkan”

Sore hari berikutnya

Pak Motip : “apa kabar sore ini pak hope? Diluar indah sekali lho…matahari mau terbenam di lautan indah sekali….”

Pak Hope : wah…bener ya pak motip…? Aku cukp membayangkan ajalah..gak papa….

Obrolan it terus terjadi setiap hari hingga suatu sore pak Hope bertanya kepada suster, “Sus, kemana pak motip?? Biasanya setiap sore bercerita kepada saya….”

“Suster pun akhirnya menjawab : “Pak Hope, pak motip itu sudah meninggal tadi malam”

(Lho bukannya beliau jauh lebih sehat dari saya? Beliau masih bisa duduk diatas jendela sedang saya hanya harus berbaring saja.”

Suster menjawab “ anda jauh lebih baik dari pada pak motip, beliau mengalami infeksi darah, berupengendapan yang sangat berbahaya setiap sore beliau harus mengalirkan endapan itu ke bawah dan harus duduk, karena jika terus berbaring endapan itu akan mengendap di otak.”

Pak Hope : “Lalu kenapa saya pindah kamar suster? Kemarin pak Motip cerita dibalik jendela melihat suatu pemandangan yang indah, anak-anak bermain laying-layang dan setiap sore melihat langit yang terbenam.”

Suster : “Maaf pak Hope, pak Motip itu adalah orang buta, dan kami tidak pernah memindahkan kamar bapak”

Tamat….

Subhanallah, apakah kita bisa membayangkan apa yang dialami pak Motip, namun daripada itu yang luar biasa dari beliau adalah bagaimana orang ini menyempatkan dirinya untuk tetap memberikan semangat hidup bagi orang lain meskipun dirinya sendiri sudah mendekati ajal. Rasulullah mengatakan Khoirunnas an’fauhum linnas (sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain) sungguh amat langka orang seperti pak motip ini. Dan menjadi motivasi untuk kita, untuk selalu bermanfaat bagi orang lain sampai kapanpun.

Mungkin kita bahagia karena harta, mungkin kita bahagia berprestasi, mungkin kita bahagia karena kita mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi kebahagiaan yang haqiqi adalah saat kita membagi-bagikan kebahagiaan kepada orang lain”

5 Tanggapan to “Pak Motip dan Pak Hope”

  1. sithole 7 Juli 2010 pada 5:33 AM #

    bagus … terima kasih telah mengingatkan
    salam kenal
    http://duniasithole.wordpress.com/

  2. qurrotu 7 Juli 2010 pada 6:13 AM #

    cerita yang menarik.
    kebahagiaan akan kita rasakan ketika kita mampu membahagiakan orang lain

  3. Abu Aasia 10 Juli 2010 pada 1:50 PM #

    subhanallah. benar-benar memotivasi.
    syukron, akh

  4. titi irmawati 23 Juli 2010 pada 7:57 AM #

    subhanallah makna yg terkandung dalam kisah di atas,,sunggu sangat merugi ketika kita tdk bs bermanfaat bg orang lain selama hidup ini,,,

    • akhanggit 23 Juli 2010 pada 8:51 AM #

      Yup semua berawal dari sebuah hadits “khoirunnaas anfauhum linnaas…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: