Muslim Negarawan Sebagai Dasar Pembaharu Kampus

9 Jul

Masih terngiang di telinga kita semua kegiatan tahunan yang terjadi di kampus tercinta kita Universitas Negeri Malang (UM). Ya, kita menyebutnya PEMIRA (Pemilu Raya) merupakan ajang tahunan yang pada dasarnya merupakan refleksi pergolakan jiwa pemuda-para aktivis kampus.

Hampir semua elemen kampus yang menaruh perhatian terhadap pemerintahan kampus, menyambutnya dengan antusias. Penuh dengan rencana-rencana yang mengacu pada kepentingan-kepentingan. Eksistensi gerakan, penyelamatan gerakan, UKM, omek bahkan sampai kepada ajang persaingan dalam perebutan kekuasaan.

Deal-deal politik omek pun tidak bisa dihindari, kampus bagaikan air kolam yang di pagi hari yang mendapat hantaman besar sehingga terjadi gejolak dan gelombang luar biasa.

Sebagai seorang aktivis muslim, yang senantiasa mengabdikan seluruh hidupnya untuk berdakwah maka sepatutnya lah untuk ikut menyoroti even yang sangat urgen di kampus ini. Even yang tidak hanya menentukan pengaruh terhadap kelancaran dalam dakwah, namun juga even yang sangat menentukan kemajuan UM untuk kedepannya.

Tinjauan selama ini

Sudah terasa kah bagi semua kalangan pergolakan akbar yang secara nalar seharusnya memberikan kontribusi yang luar biasa. Sehingga semua masyarakat UM ikut merasakan pergolakan akbar ini tidak hanya pada masa pemira namun juga masa pemerintahan sang nomor 1 dalam pemira.
Dibandingkan dengan kampus yang lain UM memanglah sangat unik, kampus yang sederhana begitu lah sering disebut-sebut. Namun apakah mahasiswa yang sederhana pula yang dihasilkan, tentunya dengan lantang kita berani menjawab tidak. Bahkan setiap aktivis tidak mau mengakui kalau aktivis UM hanyalah pembelajar aktivis yang amat sederhana. Sederhana dalam kapasitas intelektual, idealisme dan pemikiran-pemikiran kritis.
Lalu seperti apa faktanya, secara general itu semua memang layak untuk dikatakan. Sehingga secara general pula bisa dikatakan eksistensi ormawa, LSO, UKM bahkan omek belum mampu mewarnai dan memberikan pengaruh yang berarti terhadap paradigma berfikir masyarakat mahasiswa UM pada umumnya.
Yang jadi pertanyaan adalah paradigma berfikir seperti apa yang seharusnya dimiliki mahasiswa. Yaitu pola pikir yang seharusnya dimiliki mahasiswa seakan-akan kehilangan identitas, mahasiswa hanyalah seorang penunai kewajiban dari orang tua dan tuntutan zaman. Hanyalah orang-orang yang bersandar diatas kenyamanan dan bertahan di dalamnya tanpa ada rasa atau keinginan untuk melakukan perubahan, peka terhadap lingkungan dan berusaha mencari solusi permasalahan.

Korelasi antara seorang pemimpin dalam pengaruhnya mengubah pola pikir masyarakat itu tentu tidak lepas dari popularitas. Popularitas yang didapat secara fair dan profesional, popularitas yang tidak hanya muncul secara instan dan tidak mempunyai daya tawar pengaruh yang besar. Jelas ini semua berhubungan dengan proses. Proses dinobatkannya seorang pemimpin.
Pemimpin yang muncul dengan popularitas yang tidak dibuat-buat akan menjadi pemimpin yang mampu memberikan sugesti yang luar biasa bagi rakyatnya. Pemimpin yang muncul bukan karena kepentingan semata. Itulah yang nantinya menjadi modal utama dalam merubah pola pikir masyarakat. Pasalnya semua program pemerintah ormawa tidak terlepas dari keinginan untuk mewujudkan itu semua, hanya saja siapakah sosok yang mampu menjadi tokoh pembaharuan dan mampu menjalankan amanahnya secara optimal.
Konsep Muslim Negarawan…
KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) merupakan salah satu elemen yang ikut berperan aktif dalam pergulatan aktivitas kampus. KAMMI yang sudah eksis 10 tahun, selama itu pula berusaha berafiliasi, untuk memenangkan idealisme gerakan yaitu MUSLIM NEGARAWAN. Sebuah konsep yang amat fenomenal.
Sebagai seorang muslim memahami makna negarawan adalah orang yang kuat, punya wewenang dan yang pasti adalah pemimpin, pengendali, pengatur, pengarah, pengambil kebijakan dan keputusan. Alangkah kuatnya seorang negarawan. Namun apakah cukup hanya dengan modal itu, sebagai seorang muslim sekali lagi menyadari bahwa semua kemenangan perang, dan kemenangan-kemenangan duniawi hanyalah suatu hadiah dari sang Maha pencipta bagi pejuang dakwah yang mengabdikan dengan ikhlas hidupnya bukan untuk dirinya melainkan untuk Tuhannya.
Bagaimana jika konsep muslim negarawan yang menjadi dasar pemerintahan di kampus UM. Dengan melahirkan seorang pemimpin yang mempunyai pemahaman agama yang mendalam, mempunyai idealisme seorang muslim yang kuat dan konsisten, ilmu yang luas dan pemikiran yang matang, mampu menjadi perekat berbagai komponen dan yang pasti terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat di dalam kampus Universitas Negeri Malang.
Bagaimana jika jiwa-jiwa muslim negarawan-lah yang mulai memainkan peranan penting dalam setiap elemen kampus, menjadi poros-poros penggerak dengan ideologi yang kuat dan mengakar yaitu muslim negarawan. Tibalah saatnya muncul pembaruan-pembaruan dalam segala aspek penyokong kemajuan UM. Untuk itu dibutuhkan konsep baru, pemikiran baru, paradigma baru yang telah lama terpendam. Mutiara-mutiara kecemerlangan yang selama ini hanya berada di dalam cangkang di dasar laut, tibalah saatnya muncul ke permukaan. Saatnyalah konsep MUSLIM NEGARAWAN untuk tampil sebagai aktor pembaruan di Universitas Negeri Malang.

Penggagas perubahan adalah para pngukir sejarah dan penulis tinta emas yang dalam perjuangannya penuh rintangan dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari keberhasilan

2 Tanggapan to “Muslim Negarawan Sebagai Dasar Pembaharu Kampus”

  1. masmpep 9 Juli 2010 pada 8:46 AM #

    mantap mas. nilai-nilai semasa mahasiswa memang selalu ngangeni. termasuk untuk menjadi negarawan muslim. tapi kok hampir semua aktivis pengennya jadi negarawan ya, kok gak jadi pengusaha atau seniman, he-he-he.

    salam blogger

    • akhanggit 9 Juli 2010 pada 12:47 PM #

      salam blogger juga. Masa mahasiswa adalah masa idealisme berada dipuncaknya mas, jadi mana peduli orang berkata apa, tapi realitanya nanti akan terlihat, apakah mereka benar menjadi negarawan ataukah hanya warga negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: