Sebuah Koreksi dan Mawas Diri dalam Menyiapkan Momentum Perubahan

10 Jul

Pada dasarnya manusia itu diciptakan sebagai umat yang terbaik. Yang paling layak menjadi kholifah di bumi ini seperti termaktub dalam Al Qur’an surat Ali Imran 110 Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Apa bila kita kerucutkan pada bangsa Indonesia akan muncul pertanyaan yang amat menarik, yaitu mengapa bangsa ini tak kunjung membaik. Padahal Indonesia adalah negara yang warga negaranya mayoritas Muslim – penganut agama Islam – yang merupakan agama yang di ridhoi Allah. Ini berarti ada masalah dengan internal umat Islam sendiri di Indonesia. Sepatutnya lah kita mengoreksi keimanan kita, sudahkah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah, dan sudahkah kita total mengerjakan ajaran maha sempurna ini?. Ingat “koreksi” diri kita sekarang.

Pertama, lalainya masyarakat terhadap prinsip-prinsip kebenaran agama. Kedua, melemahnya daya kritis terhadap realitas ketimpangan yang terjadi. Ketiga, tidak mensyukuri nikmat material dan spiritual yang telah disediakan. Keempat, kekuasaan yang cenderung merusak potensi kebaikan dan tatanan masyarakat. Kelima, hilangnya keharmonisan dan kontrol sosial. Keenam, hilangnya nuansa Rabbaniyah dan terputus dari relasi spirit nubuwah. Itu semua diagnosa penyebab keterpurukan bangsa menurut salah satu orang ternama Rijalul Imam. Namun lebih dari itu, perlu diperhatikan pula peran kaum-kaum yang senantiasa memusuhi Islam sampai akhir jaman.

“Jika kita adalah pemain dalam drama momentum perubahan bangsa, maka tidak ada hal lain yang perlu dipersiapkan kecuali mendesign perubahan itu”

2 Tanggapan to “Sebuah Koreksi dan Mawas Diri dalam Menyiapkan Momentum Perubahan”

  1. nurrahman18 10 Juli 2010 pada 6:18 AM #

    terkadang menata hati utk perubahan juga perlu ilmu, karena pada dasarnya manusia suka “comfort zone”

    • akhanggit 10 Juli 2010 pada 6:34 AM #

      Tazkiyatun Nufs ya…. Sepakat. But pembawa perubahan kearah kebaikan adalah orang sudah tertata hatinya dan sangatlah dibutuhkan suatu keberanian dan kepedulian itu adalah kunci utama perubahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: