Iya dan Tidak, Idealisme Masyarakat Indonesia

24 Jul

Pada suatu pagi aku mencoba membuka FB (Face book) yang aku kira hanya melihat apakah ada pesan masuk atau tidak. Lalu aku menemukan suatu Note yang isinya lumayan bagus. Note itu dari seorang teman di Surabaya. Note itu bercerita tentang “pacaran”. Intinya di dalamnya berisi kejelekan pacaran yang nantinya mengarah ke pergaulan bebas, dan terjadi penularan HIV.

Benar apa yang dikatakan. Tapi aku kira solusi yang diberikan sangat pragmatis. dikatakan bahwa itu semua karena kesadaran pemuda yang kurang, pemahaman agama yang kurang dst. Aku bosan mendengar kata-kata itu. Apa tidak ada pendapat lain?

Pernahkah kita berfikir menengok sejarah bangsa ini? bangsa ini dimerdekakan dengan
darah para pejuang, para Mujahid yang mengorbankan nyawanya. Bangsa ini sangat disegani dan ditakuti. karena bangsa ini punya keberanian dan solidaritas yang tinggi. Bangsa ini punya pemimpin yang hebat yaitu para “ulama”. saya sengaja memberi keterangan lebih mengenai ulama’ yang notabene ulama’ yang saya maksud berbeda dengan ulama sekarang. Dahulu ulama adalah petarung, ulama’ adalah pemimpin, ulama’ adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam mengorganisir roda pemerintahan dan segala aspek perkembangan bangsa. Berbeda dengan sekarang bukan?

idealisme masyarakat sebenarnya juga masih kuat. kepercayaan dengan hal-hal yang berbau khurofat adalah buktinya. banyak sekali tradisi yang masih dipegang kuat walaupun sudah jelas itu syirik. itu membuktikan bahwa pergeseran nilai-pergaulan laki-laki dan perempuan yang dahulu dianggap tabu sekarang menjadi bebas-tidak mungkin tanpa sebab. pasti ada suatu konspirasi besar oleh pihak tertentu yang sudah merancang ini semua secara sistematis dan amat rapi. perlu adanya kesadaran akan hal ini.

setelah mengetahui analisis itu semua maka sebaiknya kita juga merenungkan mengapa Al-Qur’an yang suci diturunkan oleh Allah dengan isi yang sebagian besar “hanyalah” sejarah-cerita. einstein mengatakan waktu adalah kumpulan kejadian-kejadian yang diulang-ulang. jadi amat jelas bahwa itulah pentingnya mempelajari sejarah.

kembalikan suasana bangsa ini seperti zaman perjuangan. Munculkan ulama-ulama yang pemimpin, munculkan lagi ulama-ulama yang petarung, ulama-ulama yang ikut terlibat menentukan kebijakan dalam menjalankan roda pemerintahan negeri ini.

Negeriku Indonesiaku
Aku rindu padamu
Aku rindu pada pesonamu
Aku rindu pada taring keganasanmu
Aku rindu pada raunganmu

Negeriku Indonesiaku
Bangkitlah Negeriku Indonesiaku
Harapanku pada negeriku

Satu Tanggapan to “Iya dan Tidak, Idealisme Masyarakat Indonesia”

  1. pakwow 24 Juli 2010 pada 5:28 PM #

    perjuangan masih belum berakhir kawan…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: