Tentang Visi yang akan ku raih (persembahan untuk cinta yang selalu terkenang dan tersayang)

27 Mei

Visi merupkan sebuah keinginan untuk mencapai sesuatu yang benar-benar menggelora. Tidak cukup hanya sebatas angan bahkan membuat raga bergetar mendengarnya terhujam sangat-sangat dalam dalam sanubarinya. Pembuat visi adalah orang yang benar-benar berdiri dan menjulurkan tangannya hingga otot-otot tangannya hampir putus karena tarikan yang begitu kuat untuk meraih visi tersebut. Mereka tidak buta akan apa yang akan dicapainya, mereka mampu menerawang dengan jelas apa yang akan diraih melalui genggaman tangannya. Maka buka mata, sehingga engkau benar-benar melihat dengan jelas apa visi-mu. Dengan sarana mimpi, khayalan, atau imajinasi.

“masa depan adalah milik orang-orang yang mampu melihat kemungkinan-kemungkinan jauh sebelum menjadi kenyataan”.

Urgensi visi adalah sebuah perjalan panjang melelahkan yang akan berakhir pada tujuan mulia. Perjalanan yang tidak mungkin dicapai dengan berleha-leha atau hanya bersantai saja. Perjalanan yang tidak mungkin pula dicapai tanpa adanya halangan dan tantangan serta luka.

Tidak ada kejelasan gerakan dan kehidupan bagi mereka yang tidak memiliki visi. Tidak pernah ditemui orang yang mampu mengoptimalkan apa yang ada dalam dirinya kecuali mereka memiliki keinginan yang super kuat dalam meraih visi. Maka lihatlah kebingunganmu, kegalauanmu kenapa potensi itu tidak pernah kunjung bermunculan. Maka refleksi yang paling tepat adalah lihatlah seberapa kuat nyali dan kesungguhanmu dalam meraih visi-mu.

Melihat manusia ber-visi sangatlah gampang, mereka adalah orang yang tidak pernah melepaskan pandangan matanya dari visi tersebut sekalipun bayang-bayang kelelahan, keletihan dan kebosanan menyelimuti pandangan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah takut menghadapi rintangan, tantangan. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mengeluhkan keadaan dan selalu berfikir apa solusi kedepan, sekali lagi untuk mencapai visi yang sudah mapan. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah berhenti belajar untuk terus menerus mencari dan memahami makna dari pencarian visi tersebut. Mereka adalah orang-orang yang tidak malu untuk berguru, kepada siapapun sekalipun itu membuatnya merasa dungu.

Visi adalah harus terhujam kuat dalam pikiran bawah sadar manusia. Visi memiliki basis rasionalitas, struktur dan susunan yang solid, terbangun dari proses perenungan yang mendalam, terbentuk melalui pengalaman-pengalaman hidup yang terhayati dalam jiwa dan terolah dalam pikiran. Jadi tidak mungkin membuat visi hanya berdasarkan angan-angan yang tidak jelas dari mana asalnya, tanpa perhitungan dan pengalaman yang jelas. Karena angan tidak pernah memiliki basis rasionalitas yang jelas.

Visi adalah sesuatu yang amat sangat dapat terukur dengan akurat. Bukan kumpulan dari kata-kata indah nan normatif yang tidak pernah dapat diketahui pangkal dan ujungnya. Visi adalah wilayah luas yang dapat dijabarkan menjadi tahapan-tahapan kecil yang akan kita capai hari ini, besok, besok lusa, minggu depan, tahun depan bahkan 100 tahun ke depan. Perjalanan mencapai visi adalah perjalanan yang dapat kita lihat setiap detiknya sekalipun kita masih berada dalam dimensi masa sekarang.

Buatlah visimu dengan menghadirkan realitas masa depan dengan jelas di masa sekarang, sebuah perjalanan panjang yang akan engkau terus wariskan kepada setiap generasi keemasan, generasi yang akan kita titipkan harapan, semoga menjadi kenyataan. Aamiin wallahua’lam

Salam cinta dan keadilan,

Dari sudut sebuah ruangan yang akan selalu kukenang,

Jl. Candi 210 Malang.

Satu Tanggapan to “Tentang Visi yang akan ku raih (persembahan untuk cinta yang selalu terkenang dan tersayang)”

  1. Nisa 14 Desember 2013 pada 7:42 AM #

    aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: