Tag Archives: anak

8 Cara Mendidik Anak Hidup Bersih

2 Jul

Kebersihan merupakan ciri khas sebuah negara dimana penduduknya makmur disiplin dan pekerja keras. Konklusi sederhananya Indonesia belum termasuk dalam kriteria itu. Berikut penulis sengaja mengutip sebuah artikel menarik mengenai cara mendidik anak hidup bersih dengan tujuan budaya hidup bersih akan memberikan dampak konklusional bagi kemajuan bangsa :

1. Sebelum orangtua memberikan pengertian tentang kebersihan, terlebih dahulu orangtua menyelenggarakan atau menyediakan beberapa fasilitas yang serba bersih.

2. Kemudian di kamar mandi atau WC, singkirkan barang-barang yang tak berguna seperti rendaman pakaian dan handuk yang bergantungan, semuanya ini menjadikan tak nyaman.

3. Kamar tidur adalah bagian yang tak kalah penting harus bersih. Hindari menyimpan barang atau perabot di bawah tempat tidur yang bisa menjadi sarang nyamuk.

4. Letakkan tempat sampah di dapur, meja belajar, kamar, dan halaman rumah.

5. Selalu sediakan plastik hitam kecil di tas sekolah anak, tas jinjing ibu atau ransel kantor ayah untuk menjadi “penampungan sementara” sampah dari bungkus permen, tisu, atau sampah kecil lainnya saat bepergian.

6. Jangan lupa, siapkan tong sampah mungil di mobil. Bila ruang mobil terbatas, tong sampah bisa digantikan dengan plastik jinjing berukuran sedang.

7. Biasakan mencuci tangan dan kaki setiap datang dari bepergian, mau tidur, bangun tidur, habis bermain dan mau makan selalu mencuci tangan terlebih dahulu.

8. Menyikat gigi. Hal ini agar gigi selalu bersih dengan cara menyikatnya. Paling sedikit dua kali, setiap akan mandi dan akan tidur.

http://lifestyle.okezone.com/

Iklan

Nenek Tua Bernama Mbok Sarmi

28 Jun

sang penyayang

Ini kisah nyata, baru beberapa menit yang lalu aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri dan dengan hati yang terasa di sayat…

Mbok Sarmi aku memanggilnya, sekarang beliau tinggal di rumah yang lantainya dari tanah, dindingnya dari bambu, oh..sungguh sangat bertolak belakang dengan cita-cita bangsa ini yang menghendaki terangkatnya kemiskinan.

lebih dari itu aku lebih menyoroti anak-anak beliau. Sungguh seorang nenek yang baik hati, penyayang dan tulus ikhlas kepada putra-putranya, meski belum menemui ajalnya, separuh dari tanahnya diminta anaknya sebagai warisan (Naudzubillah…) sekarang rumah itupun bergeser kebelakang.

anak itupun membangun rumah tepat di depan rumah ibunya (Mbok Sarmi) dengan aura angkuh dan sombong rumah yang tinggi dan besar itu seakan menenggelamkan rumah Mbok Sarmi.

Saat ini sudah sekitar 2 tahun rumah itu berdiri, hidup berdampingan, namun sekarang rumah reyot itu semakin sempit. halaman rumah yang tadinya terang benderang sekarang menjadi sangat gelap, ada kandang ayam di belakang rumah sang anak atau dengan berat hati aku katakan di halaman rumah sang ibu, dapur yang penuh asap berada di belakang rumah sang anak, supaya rumah tetap bersih dan anak-anak mereka tidak mudah sakit, tapi dapur itu berada di depan rumah sang ibu (Mbok Sarmi) sungguh rasanya ingin menangis aku mengatakannya.

Aku sangat kasihan dengan kondisi itu, bagaimana tidak Mbok Sarmi pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku. Aku hanya bisa berharap tidak akan ada lagi anak yang sebegitu teganya bertingkah dan berperilaku seperti itu kepada ibu kandungnya, Ibu kita bertaruh nyawa untuk sekedar melahirkan kita, memberi kita ASI setiap hari, menyeboki kotoran kita yang bau dan menjijikkan dengan tangannya, marilah kawan kita renungkan sudahkah kita membuat ibu kita “menangis” karena bangga, karena bersyukur mempunyai anak seperti kita.

Wallahu’alam…