Tag Archives: fisika

Mengawali Karir Penulis Karya Ilmiah

13 Okt

Jika para guru-guru saya sudah bergelut dengan jurnal internasional… ah kiranya tidak masalah jika mencicil dari bawah dari yang sederhana menuju sempurna…. Alhamdulillah berikut karya-karya yang sudah bisa di share… Lanjutkan Penelitian, semangat berkarya Allahuakbar !!!

 

2013 Uji Efisiensi Pompa Hidram dengan Variasi Volume

2014 Pembuatan Simulasi Fisika Gerak Partikel

2014 Simulasi Asas Torricelli Menggunakan Visual Basic for Application

2014 Simulasi Hukum II Newton pada Bidang Miring dengan Menggunakan

Jika ingin berdiskusi bisa langsung menghubungi penulis dapat pula melalui blog ini.

Gelombang Transversal

29 Jun

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah gangguannya (arah getarannya) tegak lurus terhadap arah merambat gelombang. Gambar gelombang transversal sebagai berikut :

Istilah-istilah dalam gelombang transversal :

Puncak gelombang adalah titik tertinggi pada gelombang (misal b dan f)

Dasar gelombang adalah titik-titik terendah pada gelombang (misal d dan h)

Bukit gelombang adalah lengkungan obc atau efg

Lembah gelombang adalah cekungan cde atau ghi

Amplitude (A) adalah nilai mutlak simpangan terbesar yang dapat dicapai oleh partikel (misal b b1 atau d d1)

Panjang Gelombang (λ) adalah jarak antara dua puncak berurutan (misal bf ) atau jarak antara dua dasar berurutan (misal dh)

Gelombang transversal merambat pada medium padat karena gelombang ini membutuhkan medium yang relatif kaku untuk merambatkan energi getarnya. Jika medium tempat merambat tidak kaku, partikel medium akan saling meluncur. Dengan demikian, gelombang transversal tidak dapat merambat dalam medium fluida (zat cair dan gas).

Gelombang transversal dapat diperoleh dengan menarik sebuah slinki dalam arah horizontal, kemudian menggetarkan ujung slinki ke atas dan ke bawah, energi getaran tersebut akan dipindahkan dari ujung yang satu ke ujung yang lain dan terbentuklah gelombang. Pada saat energi getaran berpindah, medium tempat gelombang merambat bergerak ke atas dan ke bawah sehingga gerak medium tersebut tegak lurus terhadap gerak gelombang.

Kristal Cair

8 Jun

Kebanyakan padatan kristal seperti es misalnya pada saat mulai mencair susunannya akan berubah menjadi tidak teratur yaitu membentuk air. Tetapi tidak demikian dengan zat yang disebut kristal cair. Kristal cair mempelihatkan sifat kristal dan juga sifat cairan. Bila suatu zat yang termasuk dalam kristal cair dipanaskan pada suhu tertentu, padatan kristal tersebut akan mencair membentuk cairan putih keruh. Bila dipanaskan lebih lanjut akan berubah menjadi cairan jernih.

Seorang ahli botani Austria Reinitzer pada tahun 1888 menemukan bahwa zat kolestril benzoat meleleh pada 145,5oC dan menjadi cairan pada 178,5oC. Pada rentang Baca lebih lanjut