Tag Archives: kasih sayang

Tentang Visi yang akan ku raih (persembahan untuk cinta yang selalu terkenang dan tersayang)

27 Mei

Visi merupkan sebuah keinginan untuk mencapai sesuatu yang benar-benar menggelora. Tidak cukup hanya sebatas angan bahkan membuat raga bergetar mendengarnya terhujam sangat-sangat dalam dalam sanubarinya. Pembuat visi adalah orang yang benar-benar berdiri dan menjulurkan tangannya hingga otot-otot tangannya hampir putus karena tarikan yang begitu kuat untuk meraih visi tersebut. Mereka tidak buta akan apa yang akan dicapainya, mereka mampu menerawang dengan jelas apa yang akan diraih melalui genggaman tangannya. Maka buka mata, sehingga engkau benar-benar melihat dengan jelas apa visi-mu. Dengan sarana mimpi, khayalan, atau imajinasi.
Baca lebih lanjut

Iklan

Aku Relakan Rambut Ini untuk Kekasihku

4 Jul

Kisah ini berawal dari sebuah pasangan pengantin baru yang miskin. Akan tetapi mereka mempunyai harta warisan yang amat sangat berharga. Sang lelaki mendapatkan warisan sebuah jam tangan yang sangat antik dan mewah, tapi sayang jam tangan itu terpaksa dijual gelangannya karena mereka terhimpit biaya.

Sang istri juga mempunyai keistimewaa yaitu memiliki rambut yang sangat indah dan sangat diimpikan setiap orang.

Malam itu dengan harap cemas istri menunggu suami pulang dari bekerja karena hari itu adalah hari spesial bagi mereka, yaitu hari ulang tahun pernikahan. Masing-masing sudah saling mempersiapkan hadiah untuk pasangannya.

Saatnyapun tiba, dan mereka saling membuka hadiah dari masing-masing pasangannya. Tapi apa yang terjadi mereka sama sekali tidak mengeluarkan senyuman sedikitpun seraya sang istri mengatakan “maaf sisir yang engkau berikan ini sudah tidak bisa aku pakai karena rambutku sudah aku jual untuk membeli gelangan jam tangan untuk kamu”. Kemudian sang suami pun juga menjawab dengan nada yang hampir sama “istriku tercinta, gelangan jam inipun sudah tidak bisa aku pakai, karena jam tangan itu sudah aku jual untuk untuk membelikanmu sisir yang indah ini”.

Kisah ini begitu unik sekaligus sarat akan makna cinta dan kasih sayang. Tidak peduli betapa pun berharganya apa yang kita miliki, maka cinta sejati adalah selalu berada di atasnya. Bahasa cinta adalah bahasa hati hanya bisa dimengerti dengan hati.

Allah menciptakan dua mata, telinga, lubang hidung, sepasang tangan dan kaki untuk saling bekerja sama. Tapi Allah menciptakan satu hati karena nantinya hati ini akan saling menemukan pasangannya, saling memberi di dalamnya ialah cinta dan kasih sayang yang hanya hati yang mengerti bahasanya.

Nenek Tua Bernama Mbok Sarmi

28 Jun

sang penyayang

Ini kisah nyata, baru beberapa menit yang lalu aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri dan dengan hati yang terasa di sayat…

Mbok Sarmi aku memanggilnya, sekarang beliau tinggal di rumah yang lantainya dari tanah, dindingnya dari bambu, oh..sungguh sangat bertolak belakang dengan cita-cita bangsa ini yang menghendaki terangkatnya kemiskinan.

lebih dari itu aku lebih menyoroti anak-anak beliau. Sungguh seorang nenek yang baik hati, penyayang dan tulus ikhlas kepada putra-putranya, meski belum menemui ajalnya, separuh dari tanahnya diminta anaknya sebagai warisan (Naudzubillah…) sekarang rumah itupun bergeser kebelakang.

anak itupun membangun rumah tepat di depan rumah ibunya (Mbok Sarmi) dengan aura angkuh dan sombong rumah yang tinggi dan besar itu seakan menenggelamkan rumah Mbok Sarmi.

Saat ini sudah sekitar 2 tahun rumah itu berdiri, hidup berdampingan, namun sekarang rumah reyot itu semakin sempit. halaman rumah yang tadinya terang benderang sekarang menjadi sangat gelap, ada kandang ayam di belakang rumah sang anak atau dengan berat hati aku katakan di halaman rumah sang ibu, dapur yang penuh asap berada di belakang rumah sang anak, supaya rumah tetap bersih dan anak-anak mereka tidak mudah sakit, tapi dapur itu berada di depan rumah sang ibu (Mbok Sarmi) sungguh rasanya ingin menangis aku mengatakannya.

Aku sangat kasihan dengan kondisi itu, bagaimana tidak Mbok Sarmi pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku. Aku hanya bisa berharap tidak akan ada lagi anak yang sebegitu teganya bertingkah dan berperilaku seperti itu kepada ibu kandungnya, Ibu kita bertaruh nyawa untuk sekedar melahirkan kita, memberi kita ASI setiap hari, menyeboki kotoran kita yang bau dan menjijikkan dengan tangannya, marilah kawan kita renungkan sudahkah kita membuat ibu kita “menangis” karena bangga, karena bersyukur mempunyai anak seperti kita.

Wallahu’alam…